Text

Gener.aktor #3: Rinaldi Ridwan

Tak kenal maka tak sayang. Dengan tujuan untuk mengumpulkan gerakan, komunitas, individu, dan organisasi anak muda yang peduli dengan perubahan, Gener.aktor kita yang satu ini membuat Youth Network. Wadah agar para anak muda tersebut bisa saling mengenal dan berjejaring untuk solidaritas. Penasaran dengan inisiatif dan pribadi dari salah satu penggagasnya? Ini dia si Rinaldi Ridwan a.k.a Inal…

Rinaldi Ridwan (Inal)

@inalisme

 http://rinaldiridwan.blogspot.com 

Inal itu… 

Penduduk abad 21 yang terkesima dengan betapa social media telah mengubah cara komunikasi manusia termasuk bagaimana kita membuat perubahan sosial.  Pekerja sektor non-profit yang nanggung dan tetap menempatkan satu kakinya lagi di dunia profit digital campaign. Hahaha!

I’m living in two different worlds!

Inisiatif Inal

Youth Network & @Tabuseksualitas

Youth network: youthnetworkid.tumblr.com, @youthnetwork_id

Tabuseksualitas: @tabuseksualitas dan tabuseksualitas.tumblr.com

 

Youth network:

Awalnya ini adalah bagian dari pekerjaan yakni untuk mengumpulkan dan memetakan anak muda dari berbagai bidang pergerakan untuk saling mengenal dan mengetahui apa saja yang mereka kerjakan selama ini. Awalnya adalah untuk mengetahui berbagai komunitas dan organisasi anak muda yang bergerak di bidang SRHR, namun seiring berjalan waktu, respon yang didapat oleh anak muda ini terus bergulir seperti bola salju dan kegiatan yang sudah dilakukan antara lain diskusi dan sharing pengalaman anak muda mulai dari bidang lingkungan, anti korupsi, kesehatan reproduksi, seksualitas, hingga HIV/AIDS.

@Tabuseksualitas:

Tabu seksualitas awalnya muncul dari kegelisahan dan kekhawatiran saya bersama seorang teman saya, nia akan minimnya informasi anak muda terkait SRHR yang akurat. Ketika melakukan kegiatan di beberapa daerah di Indonesia, muncul berbagai pertanyaan kepada kami dari anak muda tentang SRHR langsung ke nomor pribadi kami. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat account di twitter yang isinya tentang SRHR dan juga konsultasi. Selain itu, kami juga membuat tumblr untuk mengangkat pertanyaan-pertanyaan terpilih sehingga bisa menjadi referensi anak muda terkait SRHR.

Kata Inal…

GenerAksi itu…

Sekumpulan anak muda yang punya passion di bidang yang mereka jalanin.

Kondisi Jakarta (Jabodetabek) dalam 10 tahun ke depan…

Daerah super gede dan macetnya gak kira-kira. Mending buruan pindah daripada makin stres :p

Jika aku seorang Tifatul Sembiring, situs apa yang ingin diblokir secara publik, tapi bisa diakses secara pribadi

Situs dakwah garis keras

Kalau aku hanya memiliki satu kaos dalam hidup, aku akan menyablonnya dengan kalimat…  

Liat gw = bayar!

Kenapa Krisdayanti memilih Raul Lemos, dan Anang memilih Ashanti dibanding Syahrini?

Mbak KD mau go international, Timor Leste udah international kan?

Mas Anang gak suka pasangan yang kebanyakan sesuatunya, capek harus nebak sesuatu tiap hari.

5 tokoh (yang sudah wafat) yang ingin aku ajak ngobrol… 

Ibu kita Kartini: apa kamu …… (Cuma gw dan dia yang boleh tau) :p

Nabi Muhammad: gimana pandangan dia tentang SRHR

Nabi Adam: gimana rasanya tinggal di surga dan dilempar ke dunia

DN Aidit: kenapa bisa kecolongan sama militer pas peristiwa G30S

Vasco Da Gama: gimana rasanya keliling dunia naik kapal laut

Text

Gener.aktor #2: Gilang Nugraha

Kata siapa kita nggak bisa download musik secara gratis ? Buktinya Gener.aktor kita kali ini bisa menyajikan beragam aliran band dan musisi yang bisa di-download gratis di Hujan Rekords . Saatnya kita kenalan dengan pencetusnya…

Gilang Nugraha

 tahu88@gmail.com

@HambaaAllah

 http://facebook.com/gilanknugraha

http://tahu88.wordpress.com


Gilang itu…

Saya suka mempelajari hal apa saja yang saya suka termasuk sesuatu yang menurut orang lain aneh atau asing bagi mereka,  saya tidak peduli selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan dan prinsip hidup saya.  Saya sangat mencintai musik, musik menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari hidup saya hingga saat ini. Saya termasuk pribadi yang suka tempat yang suka menyendiri dan tidak terlalu menyukai keramaian, berada ditengah-tengah keramaian seringkali membuat saya pusing dan tidak fokus. Saya juga seringkali menunda-nunda pekerjan yang akhirnya malah merepotkan diri saya sendiri. Jika ada hal yang bisa dibanggakan dari diri saya, mungkin hanya kebanggaan dapat terlahir dilingkungan keluarga yang tidak pernah ada habisnya memberikan perhatian kepada saya yang tidak terlalu memperhatikan diri sendiri ini dan kebanggaan memiliki teman yang dapat menerima saya apa adanya.

Inisiatif Gilang

Kamar Hujan

hujanrekords.com/hujanradio.com/kamarhujan.com

*ketiganya saat ini masih under construction, untuk sementara bisa melalui hujanrekords.wordpress.com/hujanradio.blogspot.com


Kamar Hujan merupakan sebuah media alternatif yang berbasis di Bogor dan menanungi tiga divisi didalamnya, yang pertama adalah Hujan! Rekords, sebuah netlabel yang telah berjalan dari tahun 2009 sampai dengan sekarang ;Hujan! Radio, Radio berbasis online streaming yang mengudara hampir setiap hari dari tahun 2010; dan Curah_Hujan yang memiliki fokus kegiatan meliputi diskusi, workshop, movie screening seputar musik dan teknologi, kuratorial live music performance, serta eksebisi. 

Kata GIlang:

GenerAksi itu…

Bagi saya generaksi adalah sebuah aksi nyata dari generasi muda Indonesia yang berkontribusi melalui sebuah gerakan kreatif yang dapat berguna bagi komunitas dimana ia berada, apapun bentuknya.

Kondisi Jakarta (Jabodetabek) dalam 10 tahun ke depan

Jabodetabek akan semakin maju pesat serta tetap menjadi sentra ekonomi dan bisnis di Indonesia. Selain itu kepadatan penduduk pun akan semakin tinggi, macet, banjir, kondisi tranportasi massa yang semakin buruk, dan bukan tidak mungkin kita akan semakin kesulitan untuk menghirup udara segar di Jabodetabek.

Jika aku  seorang Tifatul Sembiring, situs apa yang ingin  diblokir secara publik, tapi bisa diakses secara pribadi

Google.com

Kalau aku hanya punya satu kaos dalam hidup, aku akan menyablonnya dengan kalimat ini… 

“Saya Gilang Nugraha, Bukan Siapa-siapa”

Kenapa Krisdayanti memilih Raul Lemos, dan Anang memilih Ashanti dibanding Syahrini?

KD Mas Lemos karena lebih terlihat macho dan gahar dari Anang yang mini dan bersuara bindeng, selain itu pas juga untuk dijadikan bodyguard pribadi, multifungsi. Sedangkan Anang memilih Ashanti karena Syahrini terlalu ribet dengan “Sesuatu”-nya yang tidak sesuatu (paling yang sesuatu cuma bagian belakangnya aja) , selain itu Anang juga tidak setuju Syahrini disponsori oleh Nippon Paint untuk keperluan makeupnya.

5 tokoh (yang sudah wafat) yang ingin aku ajak ngobrol…

John Cage, cuma pengen nanya “Pak masih waras? Kolaborasi yuk”.

Bung Karno, pengen curhat dan meminta wejangannya.

Joey Ramones, kalo gak ada dia sama The Ramones saya gak akan pernah bikin band dan main musik.

Steve Jobs, karena produk applenya kemahalan dan saya mau komplain.

Thomas Alva Edison, ingin berterima kasih untuk penemuannya.

Text

Gener.aktor #1: Retha Dungga

Ini dia Gener.aktor kita yang fokus dengan isu anti-korupsi. Kenalan lebih jauh yuk mari!!!

Retha Dungga
ishtar.bumi@gmail.com
@rdungga / @clubSPEAK
www.rdungga.tumblr.com


Retha itu…

Keras kepala, impulsif, senang struktur bebas, very visual person (kalo mikir musti ada trigger visualnya), doyan banget sama ice-blended green tea latte bikinan 21, passionate, amourouse, recovering perfectionist.
Dulunya produser kreatif radio, sekarang lagi giat-giatnya ngembangkan komunitas kreatif anak muda sambil terus ngedorong anak muda di mana aja supaya bisa menemukan passionnya dan memakai passion itu untuk jadi pembawa perubahan.


Inisiatif Retha

clubSPEAK

http://club-SPEAK.tumblr.com

http://speakfest.ti.or.id


ClubSPEAK itu…

Tempat anak muda pada ngumpul bikin kegiatan-kegiatan kreatif untuk ngedorong gaya hidup lebih jujur, di rumah, sekolah, kampus, tempat kerja. Kegiatannya macem-macem, mulai dari bikin diskusi bulanan, workshop kreatif, workshop video, sampai konser musik SpeakFest. clubSPEAK juga banyak bantu komunitas anak muda lain lebih yakin dengan visi kegiatan-kegiatannya sehingga perubahan dilakukan oleh anak muda dari berbagai lini, lintas isu. Mimpi besarnya, akan lahir generasi baru yang punya daya tawar dan generasi itu ngerombak Indonesia dengan layanan publik yang lebih baik, lebih ramah, lebih akuntabel, lebih partisipatif.


Kata Retha: 

GenerAksi itu…
Generasi yang berlaku, bertindak, ngerespon kondisi sosial sekitar dengan caranya sendiri-sendiri tapi punya tujuan sama, bikin Indonesia jadi lebih baik.

Kondisi Jakarta (Jabodetabek) dalam 10 tahun ke depan…
Jalanan udah ngga macet lagi, nggak takut banjir, orang lebih sadar naik kendaraan umum dan jalan kaki jauh lebih nyaman. Karena Gedung DPR ada yang ngebom, udah dirombak jadi lebih terbuka, ramah sama rakyatnya. Masyarakat lebih cerdas, lebih aware sama peraturan, karena dibuat secara partisipatif. Ada ruang-ruang konsultasi layanan publik. Ada ruang publik tempat kita bisa ngelukis, main skate, deklamasi puisi, ngobrol tenang, ajak anjing jalan-jalan. Toilet publik bersih, kering, enak dipakai. Museum dan sekolahan jadi lebih keren, interaktif. Pusat-pusat bersejarah Jakarta dijaga baik sama masyarakat. Karena masyarakat ngeh sama sejarah, orang Jakarta jadi lebih pede dengan identitasnya, banyak yang jadi intelektual liberal tapi membumi. Yang kaya karena korup ditangkap lalu hartanya dikelola badan independen untuk ngembangin sistem birokrasi yang lebih efisien. Gara-gara birokrasi efisien & bagus, dan demokrasi Indonesia jadi yang paling maju di Asia Tenggara, mendadak Indonesia jadi sentral bisnis dengan penegakan hukum paling sigap cepat tanggap. Btw, seragam polisinya udah ganti jauh lebih berwibawa. Program rehabilitasi napinya humanis, balik-balik ke masyarakat si napi jadi pengabdi masyarakat.

Jika aku adalah seorang Tifatul Sembiring, situs apa yang ingin  diblokir secara publik, tapi bisa diakses secara pribadi…
Baliho isi muka-muka politikus. Gue bisa akses pribadi untuk tau apa aja sih program yang mereka tawarin. Muka mereka nggak perlu ngerusak pemandangan publi Kalau website saya ingin bisa browsing redtube.com lagi :))

Kalau aku hanya memiliki satu kaos dalam hidup, aku akan sablon kaosnya dengan kalimat ini…
Berenang yuk.
 
Kenapa Krisdayanti memilih Raul Lemos, dan Anang memilih Ashanti dibanding Syahrini?
Not my concern.

Retha ingin ngobrol dengan 5 tokoh (yang sudah wafat) berikut: 

Eyang FX Soetrisno, gue pengen tanya apa yang bikin dia tetap mengabdi sama militer Orde Baru meskipun udah masuk deathlist jaman 60an.

Mantan Gubernur Ali Sadikin, gue pengen tau visinya tentang Jakarta dan ngeliat kondisi sekarang langkah apa aja yang akan dia ambil.

Jim Morisson, pengen tau kalo dia bisa bikin puisi yang tone-nya positif buat dunia saat ini seperti apa.

Jim Henson, mau ngajak bikin project musikal tentang kejujuran, tapi khas Muppet Show jaman dulu, cerdas nakal jail. 

Ulrike Meinhof, pengen ngobrol apa visi pribadinya untuk majalah konkret dan ngeliat kondisi dunia sekarang, apa kira-kira pengen bikin RAF lagi. 

Text

Kumpul – Kumpul GenerAksi

Pada suatu hari Sabtu siang yang bolong, di sebuah sudut Jakarta, para kontributor GenerAksi berkumpul untuk pertama kalinya. Pinginnya kita menyebut para kontributor ini sebagai GenerAktor, tapi nggak yakin juga apakah mereka bersedia dipanggil seperti itu, soalnya agak-agak mirip dengan kata “generator” atau “traktor”.  Nah mereka berkumpul sekedar untuk saling mengenal dan ngobrol soal aktivitas mereka masing-masing.

Dari semua GenerAktor yang akan berkontribusi di buku GenerAksi, hadir sekitar 6 orang yaitu Rachel Panjaitan, Isrol, RInaldi Ridwan (Inal), Difa, Mita dan Adrian. Obrolan seperti biasa dimulai dari perkenalan dan setelah itu ngobrolin aktivitas mereka. Aktivitas mereka sungguh beragam. Mita misalnya, membangun komunitas kecil yang mendukung wacana anarki anti-otoritarianisme serta menciptakan “safe space” bagi perempuan, karena menurutnya perempuan muda butuh komunitas yang mengerti dan mau memahami segala persoalan serta isu gender.  Difa Kusumadewi menggagas sebuah perkumpulan yang mempromosikan sains kepada anak muda, karena gagasan sains bisa menurutnya membantu berpikir jernih, bebas dari tahyul dan dogma yang sering mengekang anak muda untuk berkembang.  Inal banyak bergerak di bidang hak dan kesehatan reproduksi bagi anak muda, serta mengumpulkan berbagai organisasi anak muda ke dalam jaringan yang disebut Youth Network. Rachel Panjaitan yang selalu berusaha memasukkan isu sosial ke pekerjaannya atau kerelawanannya. Adrian Jonathan yang menggerakkan anak muda untuk mau mendiskusikan perkembangan film, jadi kita dirangsang untuk mengapresiasi film bukan cuma nonton terus bubar. Sementara Isrol banyak melakukan kampanye-kampanye kebudayaan melalui media seni di ruang publik seperti mural, stiker, poster dan lain-lain.

Hanya dari enam anak muda Jakarta saja sudah bisa terlihat kegiatan yang begitu beraneka ragam, yang semuanya memiliki kesamaan ingin melakukan sesuatu yang progresif untuk Indonesia, khususnya untuk anak mudanya, sungguh sesuatu yang membanggakan, apalagi membayangkan jika di luar sana tentu jauh lebih banyak lagi anak muda yang membangun inisiatif-inisiatif serupa dengan mereka. Itulah cita-cita GenerAksi, dapat mengenal dan memperkenalkan inisiatif-inisiatif tersebut kepada anak muda lainnya. Siapa tahu bisa ditiru atau diperbanyak, sehingga sedikit demi sedikit Indonesia kita makin bener, habisnya susah kalau mengharapkan pemerintah sadar dan berbuat sesuatu (tentu tidak lupa tetap menuntut Negara tetap melakukan kewajibannya memenuhi hak-hak warganya).

Walaupun mereka punya kesibukan dan “ideologi” yang cukup maju, mereka tetaplah anak muda yang obrolan seriusnya sekali-sekali diselingi dengan bercanda, dan tidak ketinggalan foto-foto. Kelihatannya persoalan tersebut sepele, tapi ini mencerminkan bahwa untuk menjadi what so ever called activist tidak perlu menjadi amat sangat serius atau meninggalkan keseharian anak muda.

Tags: Cerita